Kabar Unik - kakong" Para pamiarsa kakung dumawah putri, pangapunten hambok bilih dangu kula boten post blog menika. "

Minggu, 07 Agustus 2011

Studi: Parasetamol Pertajam Daya Ingat



Penelitian masih tahap awal sehingga tak diperkenankan konsumsi tanpa anjuran dokter.

Parasetamol merupakan obat yang cukup populer sebagai pereda sakit dan demam. Namun belakangan, sejumlah peneliti menemukan kemungkinan manfaat parasetamol untuk mempertajam daya ingat.

Menurut harian Daily Mail, suatu tim peneliti di Swedia yakin parasetamol bekerja pada sel otak yang mengontrol memori atau ingatan. Uji klinis pun dilakukan berdasar temuan sebelumnya, bahwa orang yang mengonsumsi parasetamol setiap hari menunjukkan hasil tes memori lebih baik.

Penelitian laboratorium menunjukkan bahwa parasetamol memicu pelepasan serotonin di otak. Secara tak langsung serotonin dapat memicu peningkatan daya ingat. Ini lantaran serotonin memilik efek yang dapat menimbulkan rasa senang sehingga akan meredakan stres dan merelakskan otak .

Efek lebih langsung, konsumsi parasetamol akan mengaktifkan area otak yang terlibat dalam kegiatan belajar, memori, dan pemecahan masalah yang disebut hippocampus.

Namun, para peneliti masih belum jelas dengan mekanisme yang tepat bagaimana parasetamol bekerja. Beberapa studi tahap awal dilakukan pada hewan menunjukkan, parasetamol justru dapat menghambat memori pada pemberian dosis rendah. Sementara penggunaan pada dosis tinggi, parasetamol menghasilkan efek yang menguntungkan pada memori.

Penelitian di Swedia menunjukkan bahwa tingkat agitasi pada penderita demensia atau penyakit pikun berkurang 17 persen setelah mengasup parasetamol dosis tinggi selama dua bulan.

Doktor Anne Corbett, ketua peneliti pada yayasan sosial ‘The Alzhemeir’s Society’ mengatakan, masalah penderita demensia bukan sekadar lupa meletakkan kunci atau nomor telepon. Namun, bisa jadi penderita tidak mampu mengenali sanak keluarga atau tempat tinggalnya.

Itulah mengapa Corbett sangat berharap pada penyempurnaan hasil penelitian tersebut. “Sangat penting untuk menemukan penyembuhan bagi mereka (penderita demensia) sekaligus meningkatkan kualitas hidupnya," kata Corbett.

Atas penelitian itu, para peneliti menekankan bahwa pasien tidak boleh mengobati dirinya sendiri dengan parasetamol karena penelitian ini masih dalam tahap awal dan mungkin akan menimbulkan efek samping. (Rudy Bun)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants For Single Moms